Minggu, 05 Agustus 2012

MISTERI JELANG PEMILU


                                          MISTERI GUNUNG AGUNG JELANG  PEMILU.
       Kejadian nyata ini terjadi saat negeri ini lagi gonjang ganjing setelah menurunkan presiden gus dur dan di teruskan bu mega wati ,rakyat pada kebingungan mencari sosok pemimpin bangsa yang tepat sesuai kehendak hati nurani Rakyat .saat itu hasan sang pengembara ikut merasakan derita hati rakyat maka ia tetirah mendaki Puncak sounan pecaron Probolinggo ,untuk melihat siapa gerangan yang patut menjadi Presiden dalam pemilu 2004 .masih di kawasan pecaron probolinggo jawa timur terus ku telusuri jalan raya banyu wangi Surabaya .tanya bertanya jalan menuju gunung agung dapat kutemukan terus menapaki jalanan berbatu yang cukup terjal melewati perkampungan terakhir lanjut masuklah kedalam hutan .bagi orang kampung sekitar keluar masuk hutan sudah jadi hal yang biasa memang jadi bagian dari kehidupanya ,tapi bagi orang yang jauh dari pegunungan jelas suatu pengalaman hidup baru yang butuh di telaah di pelajari yang jelas merubah kebiasaan yang tak biasa terjalani dalam perkotaan .bagi orang yang suka tantangan dalam hidupnya jelas penuh semangat dan kegembiraan menjalaninya di sebabkan hati dan jiwanya telah siap mengambil sikap beradaptasi dengan keadaan yang akan terjadi.bagi anak mama alias orang aleman jelas suatu siksaan yang bermassa depan kesengsaraan yang terukir di benak lamunan fikirnya yang menghantui.teriringi kicauan burung burung hutan yang masih tampak murni hawanya yang bersih cukup membuat pernafasan jadi lebih segar rongga rongga badan terasa di seteril secara alami dari racun racun polusi selama menjalani hidup dialam keramaian .
            Sambil mengendong tasku aku tetap teruskan perjalanan walaupun jalan menanjak dalam suasana sepi tiada makhluk manusia satupun selain aku. tapi di situ  aku tak kwatir walaupun tiada manusia masih banyak yang bisa di ajak berteman ,para binatang ,pepohonan ,bebatuan rumput rumput kering ataupun basah yang selalu segar karena tak jauh dari mata air yang selalu meneteskan mata airnya yang tampak jernih nan segar .memang begitulah keadaan yang asli di dalam hutan minum air sumber bisa langsung minum tak perlu kwatir ada apa apa karena air pegunungan ada memang murni adanya menghidupi makhluk hidup apa saja yang bergantung padanya .tatkalla melihat ada kucuran kucuran mata air menetes tak kulalaikan ku manfaatkan untuk membasahi tenggorokan yang kering karena ngos ngosan menempuh pendakian menuju gunung agung  .jelang senja aku telah sampai di pemakaman sang Raden semarang .di sekitar tak jauh dari makam banyak gerombolan kera puluhan kawanan kera bergelantungan di atas pohon mencari makan .memang begitulah pola kehidupan bangsa kera bergerombol serombongan tampak ceria mencari makan bersama sama memakan apa saja yang bisa mereka makan .kalau di tengah hutan yang sudah jadi rumah kehidupanya. bangsa kera kera liar memakan pupus dedaunan .kalau tidak musim buah buahan .setelah senja menghilang malam mulai berkunjung di tempat aku menginap ,kabut malam pun mulai menyelimuti jadi tak hayal kalau keadaan menjadi gelap  ,hawanya pun menjadi dingin karena sudah keputusanku bertekad tak mengendorkan nyali walau di tengah hutan hanya sendiri berteman sunyinya malam yang semakin larut .habis berziarah aku leyeh leyeh  tiduran sambil istirahat hitung menghitung esok pagi harus meneruskan pendakian ke puncak pucuk sounan dalam istilah bahasa Madura .istilah jawanya .di puncak tempat penyuwunan /permintaan.konon tempat ini petilasanya syeh maulana iskhaq bermunajat hendak mentaklukkan blambangan,juga tempat bertapanya sunan kali jaga dalam menjalankan tugas dari sultan demak untuk mencari sang Prabu Browijoyo yang di kawatirkan menyebrang ke bali. Angin malam semakin dingin menusuk sampai sampai aku menggigil kedinginan hawa seram menyelimuti tempat istirahatku ,hoaaaah hoaaah wussst wussssttt .tiba tiba ada sinar putih memancar terang aku terperanga melihatnya kejadian aneh tiada lampu penerang  keadaan menjadi terang agak remang remang padahal tiada rembulan ,rupanya sinar yang muncul dari alam kegaiban .usai  sinar terang munculah empat sosok orang besar besar berjubah aneka warna yang berciri khas .berperawakan tegap perkasa berjenggot sama agak keputih putihan berdandan sang pendeta seperti pendeta dari india .
       Yang satu berjubah putih ,satunya berjubah merah kecoklat coklatan ,satunya lagi berjubah hijau daun muda ,yang satunya lagi berjubah biru langit.aku tak mampu berbuat apa apa di datangi empat sosok orang raksasa .aku hanya terdiam terperanga mereka berbuat seakan para pemain ketoprak yang sedang berlaga di atas panggung saja .tanpa  kedip terus ku amati apa gerangan yang sedang di mainkkan oleh para pendeta pendeta ini ,terbersit dalam fikirku mungkin inikah gambaran nyata tentang kejadian yang akan terjadi pada negeri ini dengan musim goncangnya keadaan kebingungan atas banyaknya partai politik sehingga rakyat jadi bingung harus memilih sosok pimpinan yang bagaimana  dan siapa yang tepat memimpin negeri yang sedang dalam goncangan hebat .?tak jauh  dari para pendeta berdiri ada mesin diesel berputar mesinya jreng jreng deng deng deng …..tampak jelas semua pendeta bergelak tawa sangat keras ,ha ha ha ha ha,bisa di bayangkan betapa gemuruhnya empat orang besar ketawa ketawa serentak keadaan tambah guncang angin pun tambah membesar menggoyang pohon pohon woaah ssssst ssssst…...tiba tiba pendeta yang berjubah biru maju kedepan ia berdiri tegak menatapku dengan tajam .aku tambah goncang terasa merinding bulu bulu kudukku .
         Ha ha ha ha rupanya para pendeta bertarung adu ilmu yang berjubah merah kecoklat coklatan tak henti hentinya menyerang pendeta yang berjubah biru .ha ha ha jubah biru  tetap bertahan sekuat tenaga ia tak bergeser sedikitpun walaupun serangan bertubi tubi menghujaninya dari jubah merah ,sampai kedua kaki jubah biru ambles kedalam tanah karena menahan serangan  lama semakin lama menahan serangan jubah biru tetap saja bertahan .dua pendeta yang lain tampak diam saja yang berwarna hijau dan yang berwarna putih .cukup lumayan lama pertarungan para pendeta tak berhenti .jubah biru masih saja bertahan sampai kedua kakinya tidak tampak lagi ambles kedalam tanah sebatas lututnya .penyerangan jubah merah semakin membesar dan semakin membabi buta . suara diesel semakin kencang berbunyi mengiringi pertarungan kedua pendeta,drendeng deng deng deeeengg….sampai akhir aku melihat pertarungan kedua pendeta. jubah birru masih bersikukuh bertahan sampai darah penghabisan  adapun jubah merah tetap melancarkan serangan malah ilmu ilmu mereka sampai tingkat tertinggi ,ditempat aku menonton sampai ikut bergetar mengkorok semua badanku prinding prinding menakutkan sekali tak lama pertunjukkan itu menghilang aku sadar total kembali ,lalu kunyalakan rokok sambil mikir mikir tentang kejadian yang baru saja ku lihat .apa makna di balik ini semua hisapan demi hisapan ku resapi membolak balikkan fikir sampai larut malam mungkin saking capeknya tak terasa aku tertidur pulas sekali buat persiapan besok pagi pagi naik ke puncak sounan.
          Habis bangun pagi aku langsung teruskan perjalanan ke puncak sampai di puncak sekitar sore menjelang magrib matahari terlihat kuning kemerah merahan .usai magrib setelah ziarah di petilasan sunan kali jogo aku turun sedikit ke lereng masuk kedalam sebuah goa di dalam goa inilah akhirnya aku bermalam nunggu malam semakin larut dan kantuk datang ku rebahkan badanku belum terpejam mataku tiba tiba ada sinar putih turun dari langit menerobos masuk ke dalam goa dan berubah jadi sosok manusia yang tinggi besar .rupanya seorang raksasa berjubah putih kabut .aku sedikit gusar memandang raksasa tadi tingginya setinggi pohon kelapa kepalanya tidak tampak  .melihat kejadian ini aku tak bisa gerak hanya pasrah saja hendak di apakan saja sama raksasa aku tak mampu apa apa  tak begitu lama tanpa sepatah kata raksasa menghilang dari hadapanku dan suasana jadi biasa seperti semula .rokok tinggal satu kunyalakan sambil mikir apa lagi dengan makhluk yang baru saja mendatangiku sampai rokokku habis lalu  akupun tertidur pulas maklum habis seharian dari pagi sampai malam belum tidur karena menempuh pendakian yang tak mudah di lihat dari kondisi medan yang sangat mengerikan .    
        Kalau di gali secara mendalam tentang raksasa raksasa yang mendatangiku baik di gunung agung yang mengadakan pertarungan sengit menunjukkan bahwa seperti itulah nanti kejadian yang menimpa negeri ini .yang sedang bingung mencari sesosok pemimpin terlihat dari warna warna jubah yang di kenakan para pendeta jubah birulah yang akan menjadi pemimpin tapi anehnya  kok di serang beruntun tak henti hentinya oleh jubah merah   .memang begitulah perputaran sebuah perpolitikan Negara saling adu segala macam untuk mencapai kemenangan dan kekuasaan billa kekuasaan tercapai jelas kekuasaan itulah yang di pertahan sampai mati matian oleh pihak penguasa .pesaingnya jelas mencari celah segala celah untuk menjatuhkanya hal itu terlihat jelas di pertunjukkan padaku oleh para pendeta yang sedang adu ilmu kekuatan demi memperjuangkan cita citanya masing masing .tampak sengit sekali pertarungan para pendeta .hal demikian dalam dunia nyata sampai menggoncang semua rakyat nyata memang belum lama negeri ini tergoncang massalah BBM yang sempat menimbulkan hiruk pikuk pendemo yang menolak dan kejadian kejadian ganduh rusuh antar sesama  kelompok .potret potret pilu negeri ini patut di fikirkan di carikan jalan solusi yang tepat secara damai jangan sampai menimbulkan perpecahan apalagi sampai peperangan sebangsa yang masih saudara hanya memperebutkan kekuasaan sesaat .kalau para petinggi tetap berperang adu kekuatan seperti percontohan pendeta ,rakyat lagi yang jadi bulan bulanan menjadi korbanya  .sungguh amat menyedihkan para rakyat jelata bila pembesarnya adu kekuatan nasib mereka rakyat jelas terabaikan tak terurus yang semestinya yang sudah jadi kewajiban para petinggi petinggi .mengenahi jubah putih dan hijau yang hanya diam seperti penonton rupanya mereka tak mau tahu tak ikut campur pertarungan sengit ini .padahal mereka kan juga mengemban amanat meleraikan massalah untuk kedamaian bersama tapi kenapa mereka hanya diam saja seakan akan tiada apa apa .hal seperti ini bagi sosok pemimpin sangat tidak layak di mana pertanggung jawaban mereka dalam berkampanye merayu pemilihnya untuk mendukung penuh tapi bila ada kegoncangan mereka hanya diam .     Nah dari pertunjukan para pendeta tadi aku berfikir apa benar ya nanti yang akan terjadi menimpa negeri ini persis yang aku lihat?kalau memang benar sungguh pilunya negeri ini .terutama kasihan banget nasib wong cilik kaum jelata hanya di jadikan sasaran pertarungan mereka ,waah sungguh malang nasibmu jelataaa ? jika di lanjutkan tentang potret di puncak sounan yang tampak hanya kelompok jubah putih yang berperan .namanya saja jubah putih tentunya juru damai pengajak jalan kesucian menjauhi hal hal yang bersifat pada jurang kehancuran perpecahan peperangan antar sesama saudara .memang begitulah layaknya seorang tokoh kelompok yang berani memakai simbul putih sudah jadi beban mental mereka harus tegas memperjuangkan warna bersih kesucianya  jangan sampai malah ikut ikutan nimbrung dalam gelap.memaknai hal kejadian yang telah terjadi aku hanya seorang jelata apa dayaku apa kekuatanku ,bisaku yah hanya menyaksikan belaka seperti layak umumnya kaum jelata yang Cuma terganjar seorang penonton billa teribaratkan pertandingan sepak bolla yang lagi seru serunya pertandingan berjuang saling menjebol gawang lawan masing masing .bisanya jelata hanya bersorak billa jagonya mengegolkan memuja muja sang pencetak gol.horee menang menang begitulah kira kira sorak sorai suporter yang jagonya memenangkan pertandingan .      
 SIHH AL JAWI 3.SUFI GLOBAL.

1 komentar: