Minggu, 05 Agustus 2012

misteri pohon beringin tua

POHON BERINGIN TUA.

 Kejadian nyata ini terjadi di dekat goa jepang probolinggo jawa timur .yang di alami oleh hasan sang pengembara ,,pada suatu saat malam mulai datang hasan istirahat setelah menempuh perjalanan jauh  dari Pasuruan Probolinggo hendak ke Banyu wangi alas purwo pada tahun 2004 menjelang pemilu.  Karena tempatnya di lereng lereng bukit hasan memilih untuk bermalam di bawah pohon beringin yang cukup berumur .tempat ini tak begitu jauh dari jalan raya Banyuwangi Surabaya .kadang sepi tiada mobil lewat tak jarang truk truk gandeng banyak yang pada lewat jadi jasa antar angkut barang jawa bali.walaupun sendirian masih lumayan terhibur suara suara mobil lewat dengan tujuanya masing 2.sekitar tengah malam keadaan sepi suara mobil lewatpun tiada ,sampai sampai seakan anginpun tak berhmbus padahal sebelumnya angin lautan yang kencang tak henti hentinya bertiup .dalam suasana sunyi senyap  ,kok aneh saya rasakan keadaan saat ini ,tak seperti sebelumnya tiba tiba mengkorok ,bulu bulu kudukku merinding seperti ketakutan .aku menyangka ada yang mau datang nih penghuni penghuni gaib yang suka jail .wuussst wuuussst ternyata benar dugaanku .dari dalam beringin besar keluar angin yang aneh tanpa wujud Cuma angin  ada suara seorang wanita muda memanggil manggil namaku .hasan hasan hasan ,weela dalah aku kaget bukan main .ku Tanya kok ngerti namaku kamu ,kamu siapa .keluarlah kalau memang manusia ataupun kuntil anak bahkan sundel bolong .hee hee siapa kamu .ia tak menjawab pertanyaanku aku paham dengan keadaan yang begini langsung aku rapal ilmu penghancur siluman gendruwo makhluk gaib pengganggu .ia teriak panas panas ampun ampun hasan lalu lenyaplah sang suara perempuan siluman tadi lenyapnya suara beriringan ada suara truck gandeng lewat sambil mengklakson troot troot byar byar lampu terangnya menyoroti lereng yang gelap .setelah keadaan kembali normal tidak menegangkan lagi aku hentikan rapalan ilmu pengusir siluman .aku buka tasku kuambil papir dan tembakau ,cengkih ,lalu nglinting tembakau ,merokoklah aku jedal jedul kebal kebul ,huuuuuhh huuuhh.satu batang habis nyambung lagi terus nyambung sampai beberapa glintir hampir habis tembakau persediaanku di tas ,sambil melekan sampai larut malam ,menjelang fajar tak terasa mataku kantuk saking capeknya sambil duduk di bawah pohon beringin aku tak sadarkan diri tertidur terlelap bangun bangun sudah siang banyak burung pada mengoceh matahari sudah panas menyinari tempat aku tertidur semalam .lumayan rupanya ketiduran semalam cukup membuat badanku sehat dan segar kuat kembali .sebelum berangkat aku nglinting lagi buat penghangat badan .sambil kebal kebul menghisap rokok tengwe aku menikmati hawa pagi yang secerah ini .ku fikir fikir dengan kejadian semalam rupanya pohon beringin tua ini telah jadi sarang para dedemit ,peri ,kuntil anak andaikan aku bukan pengembara mungkin sudah di libas oleh mereka paling tidak aku pasti lari tunggang langgang.untung aku dapat cobaan seperti ini dalam posisi pengembara yang sudah kuat mental jadi tidak ada rasa takut ,malah mereka golongan makhluk gaib yang jahat pada ketakutan kalau aku datang .karena dalam diri seorang musyafir telah tersimpan energy ilahiyah yang dahsyat sanggup membakar tempat tempat angker sangar yang jadi sarang para dedemit yang suka menakut nakuti manusia .menjerumuskan pada kesesatan masuk dalam kejurang jurang gelap hati fikiran dan suramnya dari cahaya hidayah ilahiyah
         .Sisi pelajaran yang perlu di petik dari kejadian semalam adalah selayaknya manusia tidak perlu takut pada makhluk gaib dan jahat .maka dengan jalan kemusyafiran inilah kemantaban keimanan keyakinan dan keberanian sejati akan di dapatkan .jadi dengan begitu tak hanya besar mulut saja jadi pembrani Cuma di kalla banyak orang banyak teman yang bersorak sorak jiwanya jadi pembrani .keberanian secara beramai ramai sejatinya adalah penakut  yang terbungkus rapi dalam baju baju kesatria sejati tapi isinya kosong tiada apa apanya.tahap tahap dalam ilmu kemusyafiran memang sangat luas bertingkat tingkat seperti tingkatan gedung gedung pencakar langit di alam perkotaan .semakin lama seseorang mendalami dunia ilmu kemusyafiran maka semakin terasa bodoh masih banyak kekurangan dan kekerdilan yang selama ini di dapat .tapi beruntung sekali bagi yang masih bisa merasa kekurangan dan kebodohan yang akhirnya jadi modal kesadaran itulah bergerak  memacu semangat untuk menghilangkan kekurangan menghapus kebodohan untuk menggapai kesempurnaan diri ,ilmu dan laku di jalan porsi pribadi masing masing menurut kadar kemampuan setiap diri manusia.billa kulihat dari sisi tempat ini yang gersang rumput saja sulit hidup disini di karenakan musim kemarau akan jadi satu ujian sangat tak ringan bertempat bertahan hidup di tempat seperti ini .tapi bagi siapa saja yang mampu akan menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat mahal harganya yang tidak mungkin di dapat oleh siapa saja orang yang lagi berenak enak di dalam rumah ataupun keadaan kesusahan takkan menemukan pengalaman hidup yang seperti ini yang sedang aku alami saat ini terutama kejadian semalam yang cukup menggetarkan menakutkan hati mental kejiwaan .memang mengertinya sesuatu dengan nyata bukan kata katanya lagi perlu pembuktian dengan mengalaminya sendiri .dengan menjalani itulah yang membuah kan hasil sebuah pengalaman kenyataan sebuah cerita cerita kata katanya.
           Melihat sisi nama goa jepang dahulu kisah legendanya di zaman penjajahan jepang tempat persembunyian tentara  armada armada laut  tempur dalam peperangan menghadapi kaum penjajah .di perbukitan inilah telah terukir sejarah kepahlawanan para pejuang bangsa  menghadapi kaum penjajah .yang ingin lepas merdeka dari jeratan tali penjajahan yang sangat menyengsarakan kehidupan layak seorang ummat manusia .getaran getaran api perjuangan di tempat ini sangat terasa sekali mampu mempengaruhi jiwa untuk bangkit melawan segala macam penindasan terutama sekali yang di lakukan bangsa asing.dari getaran rasa yang berapi api ini maka dapat di temukan sebuah kesimpulan bagi para pejuang sangat baik sekali untuk meningkatkan daya semangat berkobar dalam perjuanganya sangat baik  menggemblengnya di tempat tempat yang seperti ini untuk menguatkan mental keberanian .seperti yang telah nyata di buktikan oleh para pejuang kemerdekaan di massa lalu yang tiada kata takut sedikitpun walaupun menghadapi kaum penjajah yang lebih bersenjata lengkap dan modern yang di hadapi oleh pejuang yang Cuma bersenjata bambu runcing atau senjata senjata seadanya yang sangat jauh perbandinganya dengan persenjataan musuh .tapi berkat jiwa keberanian yang berkobar tak mudah gentar takut menghadapi para musuh.
       Setelah beberapa gelintir rokok tingwe kuhabiskan maka tas dan isi bawaanya ku gendong lagi meneruskan perjalanan menuju banyuwangi tujuanku ke alas purwo .karena di alas purwo lah suatu tempat tolok ukur minimalis seorang kemusyafiran pengembara yang di akui para pengembara dengan mengejar standar kelayakan para pengembara maka aku bertekad meneruskan perjalanan ini yang tidak ringan .sebab sudah hal biasa pada kalangan musyafir tanpa berbekal uang makanan berlimpah umpama punya simpanan cukup buat makan sehari soal kedepanya hanya mengandalkan keyakinan kepasrahan pada dzat yang maha kuasa yang senantiasa mencukupi kebutuhan hidup hamba 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar